Perwakilan Warga Desa Randusari, Kecamatan Teras Datangi Kantor DLH Boyolali, Pertanyakan Izin Bangunan Pabrik

Struktur Organisasi

Sebuah delegasi dari warga Dukuh Ngemplak, Desa Randusari, Kecamatan Teras, Boyolali mengunjungi Kantor Dinas Lingkungan Hidup setempat. Mereka disambut oleh Kepala DLH Boyolali, Suraji, yang bertemu langsung di ruang kerjanya.

Sejumlah warga yang hadir mempertanyakan status perizinan bangunan pabrik PT Hansol yang terbakar pada tanggal 8 Juli lalu. Mereka merasa dirugikan oleh kebakaran yang terjadi di pabrik garmen tersebut.

Menurut penduduk setempat, pihak manajemen pabrik telah mendapatkan izin dari DLH untuk membangun tambahan bangunan pabrik. Namun, bangunan tersebut berdekatan dengan permukiman warga dan menyebabkan kekhawatiran akan keselamatan mereka.

Dalam peristiwa kebakaran baru-baru ini, tim pemadam kesulitan untuk mencapai pabrik yang terbakar. Mereka bahkan harus melewati permukiman penduduk untuk dapat menyemprotkan air ke titik api.

Sebagai koordinator warga, Heru Eterno melaporkan bahwa beberapa pemukiman di daerah tersebut mengalami kerusakan akibat asbes yang belum diganti hingga saat ini. Hal ini memiliki dampak negatif bagi masyarakat setempat.

Para warga tidak mengetahui persyaratan jarak antara pabrik dan permukiman. Mereka hanya tahu bahwa pabrik tersebut telah mendapatkan izin dari DLH. Namun, mereka ingin memastikan apakah informasi ini benar atau tidak sehingga mereka dapat beraktifitas dan tinggal dengan aman di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Boyolali, Suraji, mengapresiasi kedatangan warga Desa Randusari ke kantor untuk membahas masalah pabrik di wilayah mereka. Namun, ia menekankan bahwa izin pembangunan pabrik bukan merupakan kewenangan DLH. Kemungkinan besar, izin tersebut harus didapatkan dari DPUPR atau Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Pada tanggal 8 Juli, pabrik PT Hansol di Desa Randusari, Kecamatan Teras mengalami kebakaran. Dengan beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, beberapa karyawan harus dilarikan ke rumah sakit karena terpapar asap dari kebakaran itu.

Kebakaran di pabrik tersebut telah menimbulkan kekhawatiran bagi warga sekitar, terutama karena bangunannya berdekatan dengan pemukiman penduduk. Warga khawatir api dapat dengan mudah menyebar dan merusak rumah mereka, sehingga beberapa dari mereka memindahkan barang-barang berharga untuk mengantisipasi hal ini.