Pemkab Boyolali beri penghargaan untuk pegiat lingkungan
Pemerintah Kabupaten Boyolali memberikan penghargaan Abhinawa Anugraha kepada para pegiat lingkungan yang telah bekerja keras dalam sektor ini. Mereka adalah pahlawan lingkungan hidup yang telah berdedikasi secara konsisten.
Pada hari Rabu di Boyolali, Jawa Tengah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali Suraji menyampaikan apresiasi pemerintah daerah pada mereka yang telah berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan hidup. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas usaha atau kegiatan, sekolah, kelompok masyarakat, dan individu yang turut serta dalam upaya menjaga lingkungan hidup.
Katanya, “Kami telah memberikan dukungan untuk program-program pemerintah daerah dalam mempromosikan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.”
Menurutnya, ada lima kategori penghargaan yang diberikan kepada para pemenang, termasuk Abhinawa Anugraha yang menyertakan fasilitas kesehatan dengan kinerja terbaik dalam pengelolaan lingkungan hidup.
Selain itu, Program Kampung Iklim juga dikenal sebagai penghargaan Proklim Kategori Utama, yang diberikan kepada desa-desa yang telah berhasil menerapkan program ini untuk turut menangani perubahan iklim.
Setiap tahun, penghargaan diberikan kepada sekolah-sekolah yang berhasil menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup. Hal ini menunjukkan komitmen mereka dalam membangun lingkungan yang lebih baik melalui kegiatan-kegiatan yang berkelanjutan di sekolah. Selain itu, akan ada kegiatan lomba bank sampah dan lomba menulis tentang tanaman yang berguna,” tuturnya.
Menurut Bupati Boyolali M Said Hidayat, penghargaan Abhinawa Anugraha adalah hadiah untuk semua yang berkontribusi dalam menjaga lingkungan hidup di Kabupaten Boyolali.
“Terus semangat. Mari kita jaga lingkungan tempat tinggal kita, karena kita hidup berdampingan dengan alam,” dia menekankan.
Pada kategori penghargaan fasilitas kesehatan ramah lingkungan Abhinawa Anugraha Tahun 2024, rumah sakit umum daerah (RSUD) Pandan Arang Boyolali telah memenangkan penghargaan utama.
Di kategori rumah sakit, RSU Islam Boyolali memenangkan penghargaan pertama, dan Puskesmas Cepogo dinobatkan sebagai Puskesmas terbaik. Klinik Insan Sehat juga diakui sebagai klinik terbaik dalam acara ini.
Dalam kategori Proklim, penghargaan utama diberikan kepada Dukuh Munggur, Desa Kembangsari, Kecamatan Musuk dan Dusun Pongangan, Desa Jeruk Kecamatan Selo. Ini menunjukkan komitmen dari masyarakat untuk memperhatikan dan menjaga lingkungan sekitar mereka. Mari kita terus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan lebih sehat bagi kita semua.
Delapan sekolah telah menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata dalam berbagai kategori. Termasuk di antaranya SMP Negeri 2 Andong, SD Negeri 2 Cluntang, SD Negeri 1 Tumang, SD Negeri 1 Urutsewu, SD Negeri 3 Urutsewu, SD Negeri 1 Simo, SMP Negeri 1 Simo, dan SD Negeri Mulyosari.
Dalam Lomba Bank Sampah, Juara III diraih oleh Bank Sampah Resik Sehat dari Desa Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Juara II diraih oleh Bank Sampah Sedekah Sampah Mandiri dari Desa Ringinlarik, Kecamatan Musuk, dan Juara I diraih oleh Bank Sampah Den Bagus dari Desa Ngenden, Kecamatan Ampel. Salah satu kriteria yang menjadi penilaian adalah respon masyarakat terhadap program dan komunitas ini. Para juara menunjukkan dedikasi yang luar biasa untuk menjaga lingkungan mereka tetap bersih dan sehat.
Lomba penulisan tentang tumbuhan bermanfaat menghasilkan pemenang-pemenang yang luar biasa. Posisi ketiga berhasil diraih oleh peserta dari SMK Negeri 1 Mojosongo, posisi kedua ditempati oleh peserta dari SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, dan posisi pertama diraih oleh peserta dari SMA Islam Sudirman 2 Boyolali.