Pabrik Terlalu Mepet Rumah Bikin Resah, Warga Teras Ngadu ke DLH Boyolali
Empat perwakilan dari warga Dukuh Ngemplak, Desa Randusari, Kecamatan Teras mengunjungi Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali.
Beberapa warga telah mengungkapkan kekhawatiran mereka tentang lokasi yang terlalu dekat antara pabrik PT Hansoll Indo Java dengan rumah mereka. Sebagai informasi, pabrik garmen tersebut mengalami kebakaran pada tanggal 8 Juli 2024.
Para warga di sekitar wilayah pabrik Hansoll Indo Java telah mengeluh tentang dekatnya pabrik tersebut dengan permukiman mereka. Kebakaran yang terjadi juga menyebabkan beberapa warga menderita kerugian karena kerusakan bangunan rumah mereka.
Warga setempat mengunjungi DLH Boyolali untuk memperoleh konfirmasi mengenai izin pembangunan pabrik yang berdekatan dengan perumahan mereka. Mereka juga ingin memastikan apakah ada izin untuk menempatkan kontainer di area pabrik yang terletak persis di belakang rumah mereka.
Setelah kebakaran, perusahaan telah mengadakan dua pertemuan dengan warga yang terkena dampak dan menderita kerugian. Di pertemuan itu, Heru Eterno, salah satu warga, mendapat informasi dari manajemen pabrik bahwa mereka telah mendapatkan izin untuk membangun bangunan tambahan.
Selain itu, manajemen perusahaan juga telah memastikan bahwa mereka telah mendapatkan izin dari DLH untuk meletakkan kontainer di area pabrik yang berdekatan dengan rumah warga. Setelah mengetahui hal ini, Heru dan kawan-kawannya ingin meminta konfirmasi langsung dari DLH Boyolali.
Banyak tetangga mengeluh tentang bangunan pabrik dan kontainer yang sangat dekat dengan pemukiman warga. Mereka merasa tidak aman, terutama setelah kebakaran yang terjadi pada awal Juli. Bahkan, tim pemadam kebakaran Boyolali kesulitan untuk mencapai area yang terkena api di sisi selatan-timur dan harus memasuki salah satu rumah warga untuk mencapai lokasi tersebut.
Untuk memadamkan kebakaran di pabrik yang terbakar, tim pemadam kebakaran harus merusak atap asbes dan seng milik warga sekitar. Namun sayangnya, hingga saat ini belum ada ganti rugi yang diberikan oleh pemilik pabrik atas kerusakan yang ditimbulkan.
“Para warga yang tinggal dekat dengan gudang yang terbakar sangat protes ketika bangunan tersebut dibangun kembali. Itu terlalu berdekatan dengan permukiman warga, bahkan akses mobil pemadam kebakaran pun terhambat. Dalam situasi darurat, mereka harus melewati rumah-rumah warga untuk memadamkan api,” ujar dia.
Warga mengeluhkan bahwa blower pabrik bangunan yang terletak dekat dengan pemukiman warga sering mengarah ke perumahan dan hal ini dianggap sangat mengganggu.